BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gaya belajar
dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan
tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain. Setiap
orang memiliki gaya belajar masing-masing. Pengenalan gaya belajar sangat
penting. Bagi guru dengan mengetahui gaya belajar tiap siswa maka guru dapat
menerapkan tekhnik dan strategi yang tepat baik dalam pembelajaran maupun dalam
pengembangan diri. Hanya dengan penerapan yang sesuai maka tingkat
keberhasilannya lebih tinggi. Seorang siswa juga harus memahami jenis gaya
belajarnya. Dengan demikian, ia telah memiliki kemampuan mengenal diri yang
lebih baik dan mengetahui kebutuhannya. Pengenalan gaya belajar akan memberikan
pelayanan yang tepat terhadap apa dan bagaimana sebaiknya disediakan dan
dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung optimal.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertin gaya belajar
2.
Bagaimana pengertian gaya belajar visual dan auditori.
C.
Tujuan
1.
Agar memahami penertian gaya belajar
2.
Agar memahami pengertian gaya belajar visual dan
auditori
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
GAYA BELAJAR
Gaya belajar atau learning style adalah
suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, sebagai
indikator yang bertindak yang relatif stabil untuk pebelajar merasa saling
berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar (NASSP dalam Ardhana dan
Willis, 1989 : 4).
Menurut Fleming dan Mills (1992),
gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu
dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan
tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.
Drummond (1998:186) mendefinisikan
gaya belajar sebagai, “an individual’s preferred mode and desired conditions of
learning.” Maksudnya, gaya belajar dianggap sebagai cara belajar atau kondisi
belajar yang disukai oleh pembelajar.
B. MACAM-MACAM
GAYA BELAJAR
1. Visual ( Belajar dengan cara melihat )
Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang
peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode
pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada
peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran
tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau
menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus
melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran
Ciri-ciri gaya belajar visual :
Ø Bicara agak
cepat
Ø Mementingkan
penampilan dalam berpakaian/presentasi
Ø Tidak mudah
terganggu oleh keributan
Ø Mengingat
yang dilihat, dari pada yang didengar
Ø Lebih suka
membaca dari pada dibacakan
Ø Pembaca
cepat dan tekun
Ø Seringkali
mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
Ø Lebih suka
melakukan demonstrasi dari pada pidato
Ø Lebih suka
musik dari pada seni
Ø Mempunyai
masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali
minta bantuan orang untuk mengulanginya
2. Auditori
(belajar dengan cara mendengar)
Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori
Ø Saat bekerja
suka bicaa kepada diri sendiri
Ø Penampilan
rapi
Ø Mudah
terganggu oleh keributan
Ø Belajar
dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
Ø Senang
membaca dengan keras dan mendengarkan
Ø Menggerakkan
bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
Ø Biasanya ia
pembicara yang fasih
Ø Lebih pandai
mengeja dengan keras daripada menuliskannya
Ø Lebih suka
gurauan lisan daripada membaca komik
Ø Mempunyai
masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
Ø Berbicara
dalam irama yang terpola
Ø Dapat
mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara
Strategi untuk mempermudah proses
belajar anak auditori :
1. Ajak anak
untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam
keluarga.
2. Dorong anak
untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3. Gunakan
musik untuk mengajarkan anak.
4. Diskusikan
ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan anak merekam materi
pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Anak yang mempunyai gaya belajar
kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini
sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas
dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya
melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri
gaya belajar kinestetik
Ø Berbicara
perlahan
Ø Penampilan
rapi
Ø Tidak
terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
Ø Belajar
melalui memanipulasi dan praktek
Ø Menghafal
dengan cara berjalan dan melihat
Ø Menggunakan
jari sebagai petunjuk ketika membaca
Ø Merasa
kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
Ø Menyukai
buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
Ø Menyukai
permainan yang menyibukkan
Ø Tidak dapat
mengingat geografi, ke
Ø cuali jika
mereka memang pernah berada di tempat itu
Ø Menyentuh
orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung
aksi
Strategi untuk mempermudah proses
belajar anak kinestetik :
1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
2. Ajak anak untuk belajar sambil
mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil menggunakan
gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
3. Izinkan anak
untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
4. Gunakan
warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
5. Izinkan anak
untuk belajar sambil mendengarkan musik.
Macam-macam Gaya Belajar : karakteristik, metode dan strategi
pembelajaran
Gaya
belajar dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar
dengan tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain.
Setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing. Pengenalan gaya belajar
sangat penting. Bagi guru dengan mengetahui gaya belajar tiap siswa maka guru
dapat menerapkan tekhnik dan strategi yang tepat baik dalam pembelajaran maupun
dalam pengembangan diri
Secara
realita jenis gaya belajar seseorang merupakan kombinasi dari beberapa gaya
belajar. Di sini kita mengenal ada tiga gaya belajar, yaitu: gaya belajar
visual, auditori, dan kinetetik. Masing-masing gaya belajar terbagi dua, yaitu:
yang bersifat eksternal (tergantung media luar sebagai sumber informasi) dan
yang bersifat internal (tergantung pada kemampuan kita bagaimana mengelola
pikiran dan imajinasi) (Didang, 2006).
Gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi
strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk
mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di
kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran (Slamento,2003).
Fleming
dan Mills (1992) dalam Slamento (2003) mengajukan kategori gaya belajar (Learning
Style) VARK ( Visual, Auditory, Read-write, Kinestetic) tersebut
sebagai berikut :
1.
Visual (V)
Kecenderungan ini
mencakup menggambarkan informasi dalam bentuk peta, diagram, garfik, flow chart
dan symbol visual seperti panah, lingkaran, hirarki dan materi lain yang
digunakan instruktur untuk mempresentasikan hal-hal yang dapat disampaikan
dalam kata-kata. Hal ini mencakup juga desain, pola, bentuk dan format lain
yang digunkan untuk menandai dan menyampaikan informasi.
Mengganti kata-kata
dengan symbol atau gambar
2.
Aural atau Auditory Learning (A)
Modalitas ini
menggambarkan preferensi terhadap informasi yang didengar atau diucapkan. Siswa
dengan modalitas ini belajar secara maksimal dari ceramah, tutorial, tape
diskusi kelompok, bicara dan membicarakan materi. Hal ini mencangkup berbicara
dengan suara keras atau bicara kepada diri sendiri.
3.
Read – Write
•
Kamus
•
Handout
• Buku
teks
•
Catatan
•
Daftar
•
Essay
• a.
Media/bahan yang cocok:
Membaca
buku manual
b.
Strategi belajar:
•
Tuliskan kata-kata secara berulang-ulang
• Baca
catatan Anda (dengan sunyi) secara berkali-kali
•
Tulis kembali ide atau informasi dengan kalimat yang berbeda
•
Terjemahkan semua diagram, gambar, dan sebagainya ke dalam kata-kata
4.
Kinestetic atau Tactile Learner (K)
Berdasarkan definisi,
modalitas ini mengarah pada pengalaman dan latihan (simulasi atau nyata,
meskipun pengalaman tersebut melibatkan modalitas lain. Hal ini mencakup
demonstrasi, simulasi, video dan film dari pelajaran yang sesuai aslinya, sama
halnya dengan studi kasus, latihan dan aplikasi.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setiap orang berpotensial memiliki tipe
belajar multimodalitas tergantung bagaimana semua indera seseorang
tersebut miliki untuk dilatih.
Pada dasaranya dengan
multimodalitas seseorang dapat menerima proses belajar dalam kondisi dengan
cara beradaptasi terhadap model pembelajarannya.
B. Saran
Memaksimalkan gaya
belajar yang dimiliki dengan cara belajar sesuai dengan gaya belajar
masing-masing akan membuat seseorang dapat ,memperoleh prestasi belajar yang
baik.
DAFTAR
PUSTAKA