Selasa, 28 Oktober 2014

konsep gaya belajar


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang

 Gaya belajar dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain. Setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing. Pengenalan gaya belajar sangat penting. Bagi guru dengan mengetahui gaya belajar tiap siswa maka guru dapat menerapkan tekhnik dan strategi yang tepat baik dalam pembelajaran maupun dalam pengembangan diri. Hanya dengan penerapan yang sesuai maka tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Seorang siswa juga harus memahami jenis gaya belajarnya. Dengan demikian, ia telah memiliki kemampuan mengenal diri yang lebih baik dan mengetahui kebutuhannya. Pengenalan gaya belajar akan memberikan pelayanan yang tepat terhadap apa dan bagaimana sebaiknya disediakan dan dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung optimal. 

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertin gaya belajar
2.      Bagaimana pengertian gaya belajar visual dan auditori.  

C.     Tujuan
1.      Agar memahami penertian gaya belajar
2.      Agar memahami pengertian gaya belajar visual dan auditori


















BAB II
PEMBAHASAN

A.     PENGERTIAN GAYA BELAJAR
Gaya belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, sebagai indikator yang bertindak yang relatif stabil untuk pebelajar merasa saling berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar (NASSP dalam Ardhana dan Willis, 1989 : 4).
Menurut Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.
Drummond (1998:186) mendefinisikan gaya belajar sebagai, “an individual’s preferred mode and desired conditions of learning.” Maksudnya, gaya belajar dianggap sebagai cara belajar atau kondisi belajar yang disukai oleh pembelajar. 
B.     MACAM-MACAM GAYA BELAJAR
1.     Visual ( Belajar dengan cara melihat )
Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata / penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak / dititikberatkan pada peragaan / media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran
Ciri-ciri gaya belajar visual :
Ø  Bicara agak cepat
Ø  Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
Ø  Tidak mudah terganggu oleh keributan
Ø  Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
Ø  Lebih suka membaca dari pada dibacakan
Ø  Pembaca cepat dan tekun
Ø  Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
Ø  Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
Ø  Lebih suka musik dari pada seni
Ø  Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya 

2.     Auditori (belajar dengan cara mendengar)

Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori
Ø  Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
Ø  Penampilan rapi
Ø  Mudah terganggu oleh keributan
Ø  Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
Ø  Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
Ø  Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
Ø  Biasanya ia pembicara yang fasih
Ø  Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
Ø  Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
Ø  Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual
Ø  Berbicara dalam irama yang terpola
Ø  Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :
 1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
 2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
 3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
 4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
 5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
 Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik
Ø  Berbicara perlahan
Ø  Penampilan rapi
Ø  Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
Ø  Belajar melalui memanipulasi dan praktek
Ø  Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
Ø  Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
Ø  Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita
Ø  Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
Ø  Menyukai permainan yang menyibukkan
Ø  Tidak dapat mengingat geografi, ke
Ø  cuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu
Ø  Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik :
 1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.
 2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil menggunakan gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).
 3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.
 4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.
 5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.

Macam-macam Gaya Belajar : karakteristik, metode dan strategi pembelajaran

Gaya belajar dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain. Setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing. Pengenalan gaya belajar sangat penting. Bagi guru dengan mengetahui gaya belajar tiap siswa maka guru dapat menerapkan tekhnik dan strategi yang tepat baik dalam pembelajaran maupun dalam pengembangan diri
Secara realita jenis gaya belajar seseorang merupakan kombinasi dari beberapa gaya belajar. Di sini kita mengenal ada tiga gaya belajar, yaitu: gaya belajar visual, auditori, dan kinetetik. Masing-masing gaya belajar terbagi dua, yaitu: yang bersifat eksternal (tergantung media luar sebagai sumber informasi) dan yang bersifat internal (tergantung pada kemampuan kita bagaimana mengelola pikiran dan imajinasi) (Didang, 2006). 
     Gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran (Slamento,2003).
            Fleming dan Mills (1992) dalam Slamento (2003) mengajukan kategori gaya belajar (Learning Style) VARK ( Visual, Auditory, Read-write, Kinestetic) tersebut sebagai berikut :
1.           Visual (V)
Kecenderungan ini mencakup menggambarkan informasi dalam bentuk peta, diagram, garfik, flow chart dan symbol visual seperti panah, lingkaran, hirarki dan materi lain yang digunakan instruktur untuk mempresentasikan hal-hal yang dapat disampaikan dalam kata-kata. Hal ini mencakup juga desain, pola, bentuk dan format lain yang digunkan untuk menandai dan menyampaikan informasi.
Mengganti kata-kata dengan symbol atau gambar
2.      Aural atau Auditory Learning (A)
Modalitas ini menggambarkan preferensi terhadap informasi yang didengar atau diucapkan. Siswa dengan modalitas ini belajar secara maksimal dari ceramah, tutorial, tape diskusi kelompok, bicara dan membicarakan materi. Hal ini mencangkup berbicara dengan suara keras atau bicara kepada diri sendiri.

3.      Read – Write
• Kamus
• Handout
• Buku teks
• Catatan
• Daftar
• Essay
• a.       Media/bahan yang cocok:
Membaca buku manual
b.      Strategi belajar:
• Tuliskan kata-kata secara berulang-ulang
• Baca catatan Anda (dengan sunyi) secara berkali-kali
• Tulis kembali ide atau informasi dengan kalimat yang berbeda
• Terjemahkan semua diagram, gambar, dan sebagainya ke dalam kata-kata

4.      Kinestetic atau Tactile Learner (K)
Berdasarkan definisi, modalitas ini mengarah pada pengalaman dan latihan (simulasi atau nyata, meskipun pengalaman tersebut melibatkan modalitas lain. Hal ini mencakup demonstrasi, simulasi, video dan film dari pelajaran yang sesuai aslinya, sama halnya dengan studi kasus, latihan dan aplikasi.



BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
 Setiap orang berpotensial memiliki tipe belajar multimodalitas tergantung  bagaimana semua indera seseorang tersebut miliki untuk dilatih. 
Pada dasaranya dengan multimodalitas seseorang dapat menerima proses belajar dalam kondisi dengan cara beradaptasi terhadap model pembelajarannya.

B.     Saran
Memaksimalkan gaya belajar yang dimiliki dengan cara belajar sesuai dengan gaya belajar masing-masing akan membuat seseorang dapat ,memperoleh prestasi belajar yang baik.





















DAFTAR PUSTAKA